Jumat, 13 November 2015

Poe



Lihatlah ke langit, Tuhan sedang tersenyum kepadamu. Kau tak sendiri denagn semua beban yang kau pikul. Tuhan malah senang kau memohon kepadaNya untuk kau menemanimu, bahkan dalam kurun waktu yang kau mau.

Lihatlah sekitar, semesta alam pun sedang tersenyum kepadamu. Kau tak sendiri dengan semua masalah yang kau pikirkan. Tinggal bagaimana engkau
tersenyum kembali kepada mereka. Tak terbayangkan bagaimana damainya dunia kejam ini, jika semua tersenyum.

Lihatlah kebawah, dan tersenyumlah sendiri. Tersenyum karena malu sengan peransangka buruk kita selama ini. Malu dengan kedamaian yang tak disyukuri dan malu kara kesadaran yang masih tersembunyi. Taggerang. Sabtu, 10/10/15.

Mempertahankan presepsi sangatlah sulit. Apalagi dengan bisikan yang seperti menghasut dari yang lain. Oh Tuhan, janjimu pasti. Kuselipkan doa pada tetesan air yang menumpag pada dahan daun yang ada di daerah kami yang jarang hujan ini. Ku selipkan doa pada ujung langit yang terik. Dan kuselipkan doa pada tanah yang gersang nan indah ini. Tak ada maksud merendah merendahkan ciptaanmu. Justru ini adalah bentuk syukur atas segala peristiwa alam yang dapat ku selipkan setitik doa dan harapan. Tanggerang. 11/10/15