Kamis, 31 Oktober 2013

'MY EXPERIENCE IS THE BEST TEACHER'


 Setelah aku selesai dengan misi suciku  disana, aku pun pergi melangkah meninggalkan penjara suci pertamaku di bumi Jatinangor. Awalnya ku bingung, kemana selanjutnya ku teruskan roda pembelajaran ku.  aku tak tau harus kemana ku teruskan. Rumput, awan dan tanah tempatku berpijak, menjadi saksi akan kebingunganku. Berat rasanya melepaskan semua kenangan di tempat ini. Terlalu banyak sekali ibro yang ku dapat. Mulai
dari yang biasa, sampai  yang luar biasa ia kenalkan.
         Banyak usulan yang masuk dari kanan dan kiri telingaku.  Tapi, hanya satu usulan yang kuterima. Yaitu ayahku. ‘Ranah indah nyiur melambai’ katanya. Saat itu aku tak bisa menolak, aku hanya diam membisu dalam kebingungan. Beliau memberi kesempatan kepadaku untuk memikirkannya. Tapi, apa boleh buat. Aku terima, dengan berat hati. Aku tahu ayah sangat sayang kepadaku. Dan ku yakin itu adalah yang terbaik untukku, aku, diriku, hidupku dan masa depanku.
         Dan inilah aku. Awalnya berat sekali menerima. Sangat tidak betah. Peraturan seperti bukan aturan, hanya sebagai simbol. Banyak perbedaan antar madzhab. Sangat bertolak belakang dengan hati. Hari demi hari ku jalani dengan penuh kesabaran. Aku terima semua perbedaan itu. Namun, aku sadar, bahwa perbedaanlah, yang membuat indah. Ah, tetap saja. Sewaktu-waktu aku tak bisa menerimanya.

         Dua tahun telah kujalani, dan kuterima semua. Ternyata semua bisa berubah secara tiba-tiba. Saat itu, aku seperti memukan sebuah cahaya kecil dalam kegelapan. Dan, cahaya tersebut sedikit demi sedikit semakin terang benderang. Ia menerobos menelusuri hati yang bingung, untuk meneranginya. Bahkan ia mengobati. Ia bagaikan sebuah mu’jizat. Ku temukan kisah kasihku kembali, dari sekolah yang dulu. Ia bagaikan paranormal yang bisa menghipnotisku dengan mantranya yang luar biasa hebat. Ia yang menjadikanku lupa akan semua yang membuatku tertekan. Sejak itu, pikiranku terasa ringan. Bahkan, ia seperti melayang diatas awan, jauh dari tempatku berpijak. Ia membawaku ketempat yang baru, dengan semangat baru dan perasaan yang baru, yang jauh dari keterpurukan. Sejak itu aku yakin aku harus bisa ‘be light in the dark’ !. jalani hidup ini, walau pahit. Karna kepahitan itu sebenarnya lebih manis dari madu. J